You are here
Home > Youthpreneur > Tugas Akhir bukan Hambatan Fitriyana dalam Berbisnis

Tugas Akhir bukan Hambatan Fitriyana dalam Berbisnis

scrapframe tembalang

Fitriyana Rahmawati Kusuma Putri masih berstatus mahasiswi. Namun diluar kesibukanya sebagai mahasiswi, ia menekuni bisnis kreatif berupa pembuatan scrapframe. Berawal dari hobinya membuat kerajinan tangan, gadis yang akrab disapa Fitri ini sudah 2 tahun menjalankan bisnis pembuatan scrapframe dan sudah meraih penghasilan jutaan rupiah.

“awalnya aku cuma iseng-iseng bikin scrapframe buat hadiah ulangtahun temen aku, nah ternyata respon dia suka banget dan nyaranin aku untuk berbisnis scrapframe itu,” terang Fitri.

Scrapframe atau pigura yang dihias dengan latar potongan gambar dan pernak pernik ini, saat ini memang banyak digermari oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai hadiah unik dan kenang-kenangan untuk orang terdekat. Namun, harga scrapframe yang kurang terjangkau kerapkali membuat masyarakat terutama mahasiswa berfikir dua kali untuk membelinya. Maka dari itu, Fitri, mahasiswi Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro, Tembalang ini berinisiatif membuat scrapframe dengan harga yang terjangkau.

Dengan nama Ragheeda Story, Fitri menjual scrapframe dengan berbagai macam bentuk dan desain yang unik. Selain itu, pembeli juga bisa memilih ukuran dan desain sendiri, sesuai dengan keinginan dan budget yang dimiliki. Untuk satu scrapframe, dihargai mulai dari Rp 90.000 hingga Rp 150.000. Dalam satu minggu, ia bisa mendapatkan sedikitnya 3 pesanan.

“customer bisa custom tema apa yang mereka mau, jadi aku lebih ngikutin permintaan customer aja. Tapi terkadang permintaanya suka ganti-ganti padahal kan buat bikin satu itu bisa nyampe 3 hari. Tapi ya itu tantanganya buat aku,” katanya.

Fitri mengaku, awalnya ia sempat tidak fokus antara kuliah dan menjalankan bisnis, pasalnya gadis kelahiran April 1996 ini juga harus menyelesaikan tugas akhir kuliahnya. Namun, ia tetap berusaha untuk tidak menolak pesanan karena diakuinya, ia senang membuat scrapframe dan itu dijadikanya juga sebagai refreshing dikala revisian tugas akhir. Untuk menyelesaikan pesanan, Fitri kini dibantu oleh rekan kerjanya yang juga masih berstatus sebagai mahasiswi.

“alhamdulillah sekarang aku kerjasama sama temen aku yang suka bikin ilustrasi wajah kartun gitu buat bikin watercolor illustration. Responya juga cukup bagus, rata-rata pesan untuk graduation dan wedding”, ujarnya.

Dengan memasarkan produk melalui bazaar dan online, penjualan scrapframe dan watercolor illustration sendiri sudah merambat sampai ke luar kota seperti Tangerang, Solo, dan Jakarta.
Fitri berharap, bisnis yang sudah berjalan selama dua tahun ini dapat terus menciptakan inovasi produk yang lebih beragam.

Dari bisnis sederhana ini, ia memberikan tips untuk anak muda yang ingin membuka usaha agar jangan takut untuk memulai ketika ada ide dan peluang untuk berbisnis.

“ide bisnis yang bagus sekalipun, hanya akan menjadi ide tanpa realisasi”, tambahnya.

Instagram : @ragheeda_story

Leave a Reply

Top