You are here
Home > Hits > Alsa Tidak Malu Punya Logat Medhok

Alsa Tidak Malu Punya Logat Medhok

Cantik, pintar, dan berprestasi. Tiga kata ini rasanya cocok untuk menggambarkan sosok Herliansa Chrisnasari Puspita, Denok Kota Semarang 2017. Gadis yang akrab disapa Alsa ini, dulunya pernah mengikuti ajang denok kota Semarang pada tahun 2015, namun saat itu ia gagal menjadi finalis. Tak pantang menyerah, ia belajar untuk memperluas wawasan terutama seputar pariwisata di Semarang serta meningkatkan kemampuan public speakingnya. Dengan usahanya tersebut, pada tahun 2017, ia kembali mengikuti ajang Denok kota Semarang dan berhasil meraih juara. Tak berhenti sampai disitu, mahasiswi jurusan teknik pangan di Universitas Katholik Soegijapranata ini juga menambah prestasinya dengan mengikuti pemilihan Putri Pariwisata Jawa Tengah dan berhasil meraih juara sehingga ia mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional, yaitu Putri Pariwisata Indonesia. Bersaing dengan finalis dari 34 provinsi di Indonesia, ia berhasil meraih posisi 5 besar putri pariwisata indonesia.

“itu adalah pengalaman yang tak terlupakan dalam hidup saya. Karena disitu saya tidak hanya membawa nama kota semarang tapi juga nama provinsi jawa tengah di tingkat nasional. Saya banyak belajar dari teman-teman finalis dari provinsi lain, bahwa indonesia ini begitu luar biasa kaya dengan budayanya masing-masing dan ciri khas nya masing-masing,” ujarnya.

Alsa juga menambahkan, ia mengaku senang bisa membawa dan memperkenalkan budaya Jawa Tengah, salah satunya adalah logat medhok yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Tengah. Tak malu, gadis 21 tahun ini justru merasa bangga dengan logat khasnya tersebut. Ia juga berpendapat bahwa itu bisa menjadi point plus bagi dirinya serta bisa menjadi daya tarik sendiri.

“itu menjadi daya tarik tersendiri untuk orang Jawa Tengah terkhususnya sehingga membuat teman-teman saya dari berbagai provinsi menjadi tertarik untuk belajar bahasa Jawa,” katanya.

Bagi gadis kelahiran 14 Desember 1996 ini, ajang pageant merupakan ajang yang bagus untuk mengembangkan talenta serta kemampuan public speaking untuk bersosialisaasi dengan banyak orang. Gadis yang berkeinginan menjadi presenter TV ini juga memiliki kesibukan lain, yaitu sebagai model catwalk maupun photoshoot dan juga make up artist. Dengan banyaknya kegiatan yang ia miliki, gadis yang menekuni dunia modeling sejak tahun 2013 ini, tetap bisa mengatur waktunya dengan cara membuat time table sehingga semua kegiatan ia tulis di kalender sebagai pengingat baginya. Ia sudah dilatih untuk mengatur waktunya sendiri sejak dulu sehingga seandainya ada jadwal yang bertabrakan, Alsa akan memilih yang paling prioritas dan harus segera dikerjakan.

“saya tidak ingin menjadi anak muda yang biasa biasa saja tapi ingin menjadi anak muda yang berguna tidak hanya bagi Kota Semarang dan Jawa Tengah tapi juga Indonesia. Saya juga ingin lebih aktif dalam kegiatan yang positif yang dapat menginspirasi banyak orang,” tambahnya.

Saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Semarang sedang mengadakan audisi pemilihan Denok Kenang periode 2018. Yuk ikuti Pemilihan Denok Kenang Semarang 2018!

Pendaftaran :
8 Januari – 29 Maret 2018
Pendaftaran online : https://bit.ly/denokkenang2018
Audisi : 21 April 2018

Grand Final : 28 April 2018

Info lebih lanjut :

  • Kantor Disbudpar Kota Semarang
  • Instagram @denokkenangsmg

Leave a Reply

Top