You are here
Home > Kuliner > 4 Fakta Tempat Nongkrong Hits Loffle Pop Up Dessert, Anak Tembalang Wajib Tahu

4 Fakta Tempat Nongkrong Hits Loffle Pop Up Dessert, Anak Tembalang Wajib Tahu

https://www.instagram.com/p/BK-Htcqhe7e/?taken-by=loffle.id

Youthpreneurs penggemar kuliner, pastinya sudah tak asing dengan sebuah usaha yang khusus menyajikan dessert satu ini. Meskipun terbilang baru, dessert ini sudah dikenal oleh masyarakat Semarang, terutama mahasiswa di sekitar kawasan Tembalang. Yup, Loffle Pop Up dessert adalah sebuah tempat nongkrong yang didesain buat anak muda yang menyajikan dessert sebagai menu andalannya. Dessertnya berupa Oriental Dessert, yaitu satu mangkuk dessert yang berisi boom ball, redbean, grass jelly, pearl bubble, egg custard dan vanilla ice cream dengan 8 pilihan soup. Ada pula menu yang diadaptasi dari dessert Jepang yang didalamnya adalah perpaduan buah longan, strawberry, kiwi, mango custard, red bean, dan fruit jelly dengan topping greentea ice cream di atasnya. Mau tau nggak fakta fakta menarik di Loffle Pop Up Dessert? Simak yuk!

1. Loffle Pop Up Dessert dimulai dari ketidaksengajaan

“Awalnya sih iseng jual makanan untuk buka puasa, pilihannya pasti kan makanan manis, jadi jatuhlah pilihan ke dessert ini, nggak nyangka bakal bisa buka tempat usaha kayak gini”

Didirikan oleh seseorang pemuda bernama Yoga Muda pada tahun 2015, awalnya ide memulai berbisnis dessert dijalaninya ketika bulan Ramadhan menggunakan mobil di kawasan Taman Tirto Agung, melihat tanggapan positif dan peminatnya semakin banyak, Yoga melihat peluang yang menjanjikan untuk dijadikannya usaha tetap. Lalu ia memutuskan untuk membuka tempat usaha di Jl. prof. Soedharto sebelum akhirnya pada pertengahan tahun 2016 tempat usahanya berpindah di Jl. Tirto Agung no.50, Tembalang, tepatnya di depan Graha Estetika.

2. Loffle Pop Up Dessert cocok banget untuk anak muda

“Kita pengen yang datang ke sini, bakal ngerasain Loffle Experience”

Loffle Pop Up Dessert mengusung konsep “one stop youth dessert shop” dimana Yoga ingin menjadikan Loffle sebagai tempat nongkrong yang sesuai dengan anak muda dengan mengimplementasikan semua lini dari sistem operasional mereka yang disebut Loffle Experience. Hal ini pula yang menjadikan warna kuning yang identik dengan keceriaan dipilih sebagai warna coorporate mereka.

“Kita punya point of sale kalau lagi order kita pakai iPad di kasirnya, kita nggak pake mesin kasir konvensional ataupun pakai nota kertas segala macem. Karena kita pengen ngeliatin anak muda itu harus melek teknologi, anak muda seharusnya nggak gaptek, terus anak muda juga dituntut untuk peduli sama lingkungan, makanya itu kita nggak pake struk dalam kertas,” tutur Yoga menjelaskan.

Jadi nih, kalau Youthpreneurs mampir ke sini, nggak perlu repot mencatat menu yang dipilih, nota pembelian bakal dikirim ke email kalian langsung, dan Youthpreneurs bisa juga merespon tingkat kepuasan hidangan dessert melalui email tersebut. Keren kan?

3. Loffle Pop Up Dessert selalu menghadirkan menu yang sedang hype

“Nama Loffle Pop Up Dessert dipilih karena kita menyajikan berbagai macam dessert yang sedang hype entah di luar negeri, atau yang in di Indonesia.”

Di sinilah keunggulan yang dimiliki Loffle, yaitu selalu berusaha menghadirkan menu yang sedang ngehits di kalangan anak muda sebagai segmentasi utamanya. Meskipun terinspirasi dari dessert luar negeri, seperti menu Honey Toast dari Tokyo, rasanya diadaptasi dan disesuaikan oleh standar Loffle sendiri.

4. Loffle Pop Up Dessert adalah peluang usaha yang menjanjikan

Melihat segmentasi utama adalah anak muda, Yoga melihat anak muda sedang ‘naik kelas’ dalam segi gaya hidup. Maka, anak muda adalah target yang sangat potensial karena pada saat ini nongkrong sudah menjadi  suatu yang wajib dilakukan. Selain itu usaha kuliner adalah sesuatu yang akan terus dicari oleh konsumen, tinggal bagaimana menciptakan inovasi agar terus mendatangkan pelanggan. Terlepas dari itu semua Yoga berpendapat bahwa industri kreatif, akan terus berkembang dan bisa terus dieksplor karena tidak ada batasan-batasan tertentu.

Nah, Youthpreneurs, di atas adalah fakta-fakta menarik tentang Loffle, oh iya, sebelum menutup perbincangan dengan Infotembalang, Yoga berpesan sesuatu nih khusus buat Youthpreneurs,

“Anak muda itu terlalu banyak pertimbangan, kalau menurut aku Just do it. Kalau modal awalnya cuma seratus ribu, yaudah just do it seratus ribu itu bisa jadi apa. Nggak perlu nunggu seratus juta dulu baru mulai bisnis, mau sampe kapan. Nanti nggak akan ada cukupnya, mereka yang menunda bisnis karena nggak punya modal, itu menurutku karena mereka terlalu takut aja.”

Yuk, mulai usahamu dari sekarang ya Youthpreneurs, jangan terlalu lama menunda. Setuju?

Devy Widya Cahyani
Communication Student of Diponegoro University
http://dwica96.blogspot.com

Leave a Reply

Top