You are here
Home > What's Up > Blusukan ke Lokasi Stasiun Kereta Api Pertama di Indonesia

Blusukan ke Lokasi Stasiun Kereta Api Pertama di Indonesia

Tahukah Kamu bahwa stasiun kereta api pertama di Indonesia berlokasi di Semarang? Sebagian dari kita mungkin belum mengetahui fakta ini, bahkan masyarakat Semarang sendiri belum menyadarinya. Berangkat dari hal inilah, Komunitas Lopen Semarang mengadakan acara blusukan ke daerah yang diduga kuat merupakan titik lokasi stasiun kereta api tersebut berada. Dengan mengundang berbagai komunitas yang ada di Semarang dan mengajak masyarakat umum, Lopen mengemas acara edukasi sejarah menjadi mengasyikkan.
Perjalanan dimulai dari berkumpulnya semua peserta di Taman Srigunting yang berada di daerah Kota Lama Semarang. Hujan yang turun tidak mengurungkan semangat para peserta acara. Pukul sepuluh, sekitar lima puluh peserta memulai acara yang bertajuk ‘Menilik Stasiun Kereta Api Pertama di Indonesia’.

Spoorlaan, sebuah gang di Kelurahan Kamijen merupakan tujuan utama blusukan ini. Spoorlaan sendiri merupakan nama adopsi dari Bahasa Belanda, yaitu Spoor yang berarti tanah dan Laan yang berarti jalan. Bertempat di sebuah PAUD yang dibangun oleh Ahmad Rivai (53), yang juga merupakan salah satu narasumber acara, kegiatan berbagi informasi berlangsung seru. Ahmad Rivai sendiri merupakan mantan masinis PT KAI di Semarang.
Selain Ahmad Rivai, hadir pula Bapak Tjahjono Raharjo, Penggiat Indonesia Railway Preservation Society (IRPS) memberikan fakta-fakta yang mengesankan. Melalui penelitian bersama kedua rekannya, Pak Tjahjono mengungkapkan bahwa terdapat berbagai informasi yang berbeda tentang keberadaan dimana tepatnya lokasi stasiun bersejarah ini. Selain itu, terdapat pula perbedaan mengenai penyebutan nama stasiun. Ada yang menyebut “Stasiun Samarang” adapula “Stasiun Kamidjen.” Namun satu hal yang pasti bahwa stasiun ini diresmikan pada 10 Agustus 1867, oleh Gubernur Jendral Baron Sloet Van De Beele. Pada tahun 1867 pula lah jalur kereta api sepanjang 25km dari Semarang-Tanggung diresmikan dengan maksud untuk menggerakkan roda perekonomian pada masa itu.
Kesulitan akan penentuan titik bersejarah itu disebabkan oleh telah dibangunnya pemukiman disekitar Kawasan Kamijen, pun dengan semakin ganasnya rob di utara Seamarang yang perlahan menenggelamkan saksi lahirnya perkeretaapian di Indonesia. Melalui penelusuran berbagai sumber dan konservasi langsung ke Spoorlaan, Pak Tjahjono menemukan beberapa fakta penting yang mengukuhkan pernyataannya bahwa Stasiun Kereta Api tersebut memang berada di Spoorlaan. Fakta-fakta tersebut adalah ditemukannya ciri-ciri fisik yang sama pada pemukiman Spoorlaan yaitu lubang angin, tiang penyangga atap dan ambang pintu yang sama persis dengan foto yang ditemukan saat stasiun KA pertama di Indonesia itu masih beroperasi. Spoorlaan sendiri saat ini telah berubah menjadi kawasan pemukiman bagi keluarga pegawai PT KAI.

Leave a Reply

Top