You are here
Home > What's Up > Diare, Penyakit Sepele yang Bikin Bete

Diare, Penyakit Sepele yang Bikin Bete

Diare atau dalam bahasa medis disebut Gastroenteritis adalah buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Terkadang diare disertai dengan lendir atau darah dan warna hijau. Hal ini  bergantung terhadap apa yang menjadi penyebab diare.

Inti dari masalah yang timbul dari penyakit ini adalah adanya masalah tidak normal dengan percernaan yang disebabkan infeksi, alergi atau adanya luka di salah satu organ pencernaan kita. Efek gangguan psikologis seperti tegang atau katakutan terkadang juga menjadi penyebab diare. Namun diare karena kondisi psikoligis akan berangsur membaik ketika stressor psikologis atau sumber ketakutan hilang. Sedangkan adanya masalah pada organ pencernaan harus mendapatkan penanganan yang tepat, karena diare akut akan memungkinkan terjadinya dehidrasi yang akan berujung pada shock karena kekurangan cairan dan tidak jarang menimbulkan dampak hingga kematian. Ngeri yah, sob.

Tangani Diare dengan Benar!
Penanganan pertama yang bisa kita lakukan adalah menjaga intake atau asupan cairan untuk menghindari dehidrasi, minum 250 cc air putih tiap 30 menit akan lebih baik bila air dicampur gula atau bisa juga dengan oralit. Ingat ya gan, oralit bukan obat diare. Oralit adalah cairan berupa campuran gula, garam dan air untuk mengembalikan kadar elektrolit dalam darah. Jika oralit sulit didapat, lari aja ke toserba terdekat yang gentengnya warna biru atau merah beli minuman elektrolit berbagai merk untuk mengganti cairan tubuh. Setelah itu, segera beli obat diare dan diminum sesuai anjuran. Bila diare diikuti perut yang melilit dan rasa perih di ulu hati. Bisa tambahkan obat maag  karena bisa jadi kondisi diare kita karena sekresi ciaran lambung yang berlebih. Tidak perlu takut mengkonsumsi obat maag dan diare dalam kondisi perut kosong, karena kedua obat ini tidak bersifat iritatif pada organ pencernaan.

Bila diare lebih dari 12 jam atau diikuti dengan bercak kemerahan atau kehitaman pada tinja maka segera bawa ke Rumah Sakit terdekat. Bercak kemerahan atau kehitaman ini adalah tanda ada luka dan perdarahan di organ percernaan kita. Jadi, untuk menghindari kondisi yang lebih buruk, penanganan segera dari tenaga medis sangat diperlukan.

Tentunya mencegah lebih baik dari mengobati, maka hal yang wajib kita lakukan untuk menghindari diare si penyakit yang sering bikin bête ini adalah dengan menjaga makanan yang masuk ke dalam perut kita. Tidak makan terlalu pedas atau terlalu asam terlebih saat pagi hari ketika perut masih kosong. Menjaga konsumsi air putih 8 – 12 gelas setiap hari. Tidak makan atau jajan sembarangan. Dan banyak makan, makanan yang berserat sehingga pencernaan kita sehat. Penting juga kelola emosi dan kondisi psikologi kita sehingga stressor – stressor tertentu tidak menggangu percernaan kita.

Leave a Reply

Top