You are here
Home > What's Up > Inisiasi Fenomena Urban Dalam Cut & Print

Inisiasi Fenomena Urban Dalam Cut & Print

Seni jalanan atau kerap disebut seni urban, merupakan ekspresi estetika dari sebuah golongan atau individual di dalam masyarakat yang menuangkan ide-ide melalui media ruang publik seperti tembok semisal. Tak sedikit yang menganggap bahwa seni urban merupakan “pengotor” dan perusak pemandangan kota.  Namun banyak juga yang beranggapan, seni urban merupakan mediumisasi penyampaian pesan-pesan moral atau bahkan kritik yang digunakan masyarakat menengah ke bawah kepada realita permasalahan yang terjadi di masyarakat.
Salah satu seniman urban yang cukup dikenal di kalangan street art yaitu Media Legal. Media Legal merupakan sebuah pergerakan yang telah aktif terlibat dalam ekspresi sosial dan aktivisme melalui seni. Sejak tahun 2000, lewat partisipasi dalam komunitas berbagai artis yang mendukung pemberdayaan, pendidikan dan demokratis seni, Media Legal berusaha untuk mengeksplorasi dan mengekspos isu-isu yang dihadapi oleh rakyat Indonesia khususnya dan komunitas global secara umum. Dalam penerapannya, seniman yang mempelajari seni secara otodidak bergairah ini menggunakan medium seperti woodcuts atau ukiran kayu, stensil, mural, kanvas, dan mercendaise. Sebagai seorang yang aktif dalam berbagai pameran dan kegiatan seni budaya, Media Legal lantas memaparkan karya-karyanya dalam sebuah eksibisi yang akan berlokasi di Prigel Gallery, Jalan Banjarsari nomor 9, Tembalang, Semarang. Sedangkan pembukaan pameran bertajuk “CUT & PRINT Media Legal x Prigel” tersebut akan dilakukan pada hari Sabtu (29/3/2014) mendatang pukul 18:00 WIB. Ananda Negara, selaku penanggung jawab pameran mengatakan, tema yang digunakan dalam “CUT & PRINT” adalah cetak karena  menyesuaikan dengan kedekatan proses berkaya Media Legal yang acap kali menggunakan media sablon dan sensil untuk mengaplikasikan objek visualnya di jalan. “Di setiap pemilihan object visual yang dikerjakan, Media Legal cenderung berorientasi pada dua jenis hasil seperti cetak saring di kertas atau kain, dan juga stensil.”, jelas Ananda yang juga sebagai pengelola Prigel Gallery ini.
Mengusung artwork bertema isu lingkungan sekitar, isu sosial politik dan isu pendidikan, “CUT & PRINT” menghadirkan live screen printing yang akan diterapkan pada merchandise, postcard, poster, totebag, t-shirt, dan juga stensil. Isrol Media Legal menerangkan, tujuan pameran yang rencananya akan berlangsung selama lima hari itu adalah menyampaikan berbagai pemikiran melalui media grafis seperti poster, stensil, dan merchandaise yang kerap kali lekat dengan publik, khususnya anak muda. “Hal ini pula yang menginisiasi saya bahwa seni grafis adalah fenomena seni urban yang berlangsung di tengah masyarakat sampai saat ini. Dan pameran ini juga menjadi salah satu alat komunikasi, mempererat jejaring lintas kota dengan semangat nafas anak muda.”, papar artist yang namanya sudah malang melintang di Global Street Art London ini.
Penggila seni grafis dan seni urban, tengok keseruan karya yang akan ditampilkan Isrol Media Legal dalam “CUT & PRINT Media Legal vs Prigel Gallery” beserta pesan – pesan moral yang disampaikan.See you!
teks oleh : Avra Augesty

Leave a Reply

Top