You are here
Home > What's Up > Mahasiswi FH Undip Ciptakan Game Edukasi

Mahasiswi FH Undip Ciptakan Game Edukasi

Hukum dipandang sebagai sesuatu yang membosankan, kaku dan hanya bisa dipahami oleh lewat literatur dapat terlihat dari Sepinya kursi penonton di Pengadilan Negeri Semarang, Untuk itu empat mahasiswa Fakultas Hukum Undip yakni Shara Primanda Saputri, Nuur Annisaa (2011), Maria Yohana Lintang (2011), dan Annisa Awalinna (2011) menciptakan Game edukasi hukum “Agent of Changes” melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) 2013 dan baru rilis tahun 2014 ini. Agent of Changes sendiri adalah game edukasi mengenai peradilan yang baru pertama kali dan satu-satunya di Indonesia.

Ketua Tim Shara Primanda Saputri Salah mengatakan bahwa satu yang menjadi ciri khas dari hukum di Indonesia adalah sistem peradilan yang memperkenalkan kepada masyarakat dengan berbagai profesi hukum, seperti hakim, jaksa, dan pengacara. Namun mayoritas masyarakat enggan untuk datang ke Pengadilan bahkan malas melihat proses persidangan, padahal sidang kebanyakan bersifat untuk umum, jadi masyarakat luas bisa melihatnya, seperti sidang tindak pidana pembunuhan, pencurian, penipuan dan lain sebagainya.

“Hal ini diperparah dengan pandangan masyarakat Indonesia yang sudah tidak percaya akan penegakkan hukum yang ada dan mayoritas tidak mengarahkan atau mendekatkan anak-anak mereka terutama remaja untuk berurusan dengan bidang studi hukum sehingga tertanam doktrin bahwa hukum hanya alat untuk meraih kekuasaan dan tidak menarik untuk dipelajari. Pembelajaran hukum yang berorientasi pada literatur dianggap sebagai hal yang membosankan, terutama di kalangan remaja. Sehingga media belajar hukum yang menarik dan menyenangkan perlu diperbanyak lagi.”ujarnya

Pemain Bisa Pilih Peran Hakim

“Permainan akan dimulai dengan memilih profesi baik itu sebagai pengacara, jaksa dan hakim, kemudian peserta akan diajak untuk mendalami peran-peran tersebut didalam persidangan” katanya

“Tujuan dari game ini adalah untuk menghasilkan permainan edukasi dan media pembelajaran yang menyenangkan dalam rangka mengenalkan hukum untuk pemula, Harapan kami, di masa mendatang hukum tidak lagi dianggap membosankan setelah memainkan game kami. Selain itu kami berharap bahwa dengan Game ini dapat menghilangkan pemikiran bahwa mempelajari Hukum itu sulit yang hanya bisa dipelajari lewat buku.” ujarnya” jelas Shara Primanda

“Kami juga lumayan terkejut ketika petugas di Dirjen HAKI mengatakan sangat jarang ada game edukasi tentang hukum dan baru kali ini ada game edukasi mengenai peradilan di Indonesia. Jadi kami cukup percaya diri ketika mempublikasikan game ini”, ungkap Annisa Awalinna.

Leave a Reply

Top