You are here
Home > What's Up > Pelepasan Ambassador AIESEC UNDIP oleh Gubernur Jateng

Pelepasan Ambassador AIESEC UNDIP oleh Gubernur Jateng

Semarang – Bertempat di kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat 10 Januari 2014 AIESEC Local Committee Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggaraan upacara pelepasan duta budaya dan pariwisata Jawa Tengah dalam program Global Youth Ambassador. Acara pelepasan ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Pegawai Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Tengah, Staff Ahli Pembantu Rektor III Undip sebagai perwakilan dari Universitas dan jajaran pengurus AISEC LC Undip. Global Youth Ambassador merupakan salah satu program rutin yang diadakan oleh AIESEC LC Undip dalam beberapa kali keberangkatan setiap tahunnya.

Dalam winter tahun ini, program Global Youth Ambassador diikuti oleh 80 mahasiswa dari berbagai fakultas dan universitas di Jawa Tengah, seperti Undip, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dan lainnya. Nantinya peserta akan dikirim ke 20 negara yang tersebar di Afrika, Eropa, dan Asia seperti Mesir, Rusia, Polandia, Thailand, China, Filipina dan lainnya. AISEC LC Undip ini melakukan kerja sama secara independen antar AIESEC yang ada di 124 negara untuk memfasilitasi mahasiswa peserta program ini, seperti family house, transportasi dan akomodasi. Untuk mengikuti program ini, mahasiswa yang berminat hanya perlu untuk mendaftar sebagai Ambassador di AIESEC LC Undip dan kemudian interview dengan menggunakan bahasa Inggris seputar pengetahuan umum mengenai Indonesia dan budaya Indonesia serta kemampuan seni budaya apa yang dimilikinya.

Dalam sambutannya, Budi Setiono selaku perwakilan dari rektorat Undip mengatakan tujuan dari program Global Youth Ambassador oleh AISEC LC Undip adalah untuk melakukan kerja sosial dan pertukaran budaya antar negara khususnya budaya Jawa Tengah. Sehingga, peserta program ini menjadi duta budaya dan pariwisata Jawa Tengah di negara yang akan mereka kunjungi. Sedangkan misi lain yang beliau ungkapkan dalam program ini adalah untuk membuat jejaring bisnis internasional di negara-negara tujuan. Kemudian terdapat hal yang unik dalam acara ini, Rektor Undip, Sudharto P. Hadi mengirimkan prakatanya melalui video yang telah ia siapkan karena berhalangan hadir.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang pada saat itu mengenakan pakaian training memberikan pembekalan kepada para peserta program atau yang disebut Ambassador. Ambassador merupakan mahasiswa yang mengikuti program ini baik yang sudah berangkat maupun yang akan berangkat. “Menjadi student exchange sama dengan menjadi duta, sama dengan menjadi seorang diplomat, yang hampir sama dengan melakukan marketing,” ujar Ganjar Pranowo dengan santai. Ganjar Pranowo berharap para ambassador ini mampu memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Karenanya, mereka perlu medapat “bekal”. Dimana bekal tersebut adalah pengetahuan umum mengenai Indonesia, khususnya budaya, pariwisata dan produk-produk potensial yang ada di Jawa Tengah.

Ia mengatakan peserta program Global Youth Ambassador ini pun akan mendapat tugas untuk memamerkan cara bergaul dan kebhinekaan sebagai filosofi Bangsa Indonesia. Serta mampu untuk mengarahkan pertanyaan tentang Indonesia kepada hal-hal yang positif. Sehingga kita diminta untuk jujur dengan keadaan yang sebenarnya namun tetap mengarahkan pada sisi positifnya. “Sampaikan yang positif-positif untuk membuat Indonesia menjadi negara positif,” kata Ganjar.

Raditya Fikri, mahasiswa fakultas hukum angkatan 2012 merupakan salah satu peserta program exchange yang akan berangkat ke Ukraina. Ia mengatakan alasannya untuk mengikuti program ini untuk menambah pengalaman, menambah kemampuan dalam berbahasa Inggris dan belajar budaya negara lain. Ia berharap setelah mengikuti program ini, ia menjadi lembih percaya diri untuk berkomunikasi dengan orang lain, khususnya orang asing dan membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang baik.

Selain Radit, ada Rizkita Amalinda atau yang biasa dipanggil Rigiz. Dia adalah peserta yang telah mengikuti program student exchange pada tahun lalu yang berangkat ke Polandia. Disana Rigiz memperkenalkan budaya dan wisata Indonesia dengan cara mengajar, diantaranya adalah ia mengajarkan tari saman. Manfaat yang ia rasakan setelah mengikuti program student exchange ini, ia menjadi lebih percaya diri, mandiri, public speaking dan kemampuan berbahasa Inggris menjadi lebih baik dan mempunyai banyak keluarga di luar negeri.

Pada akhir acara, Gubernur Jawa Tengah ini memberi pesan kepada para peserta, ia meminta supaya peserta program student exchange untuk tetap percaya diri, istilah yang beliau berikan adalah “berani nguceh tidak ragu.” Ia pun mengucapkan slogan “Hi AIESEC! Travel, discover and go exchange!”

Leave a Reply

Top