You are here
Home > What's Up > Persiapan UAS, Ketahui Dampak Sistem Kebut Semalam Terhadap Otak

Persiapan UAS, Ketahui Dampak Sistem Kebut Semalam Terhadap Otak

Apa yang biasanya mahasiswa lakukan jika minggu UAS datang dan belum ada persiapan? Ya, salah satunya dengan melancarkan SKS atau Sistem Kebut Semalam. Dalam kondisi kepepet dan daripada tidak berusaha sama sekali, baisanya mahasiswa memanfaatkan detik-detik terakhir untuk belajar atau menghafal semua materi.

Situasi panik saat menghadapi ujian dapat memicu pelepasan hormon stres yakni kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini diyakni mampu mengubah mekanisme kerja hipokampus, bagian otak yang mengatur daya ingat dan kemampuan mempelajari sesuatu, sehingga ketika kondisi panik otak menjadi lebih mudah mengingat sesuatu walaupun tidak tersimpan dalam jangka waku lama. Hal ini yang disebut epigenetic modification.

Ada beberapa studi yang mengakatan bahwa mengatur jadwal belajar jauh lebih efektif untuk menghafalkan sesuatu daripada Sistem Kebut Semalam.

1. Riset Dr. Doug Rohrer (University of South Florida) dan Dr. Harold Pashler (University of California)

Riset mereka meninjau pengaruh pengaturan waktu terhadap kemampuan mempertahankan informasi baru. Dari hasil penelitian disebutkan bahwa orang-orang yang belajar satu topik secara berlebihan mungkin bisa mendapatkan nilai bagus ketika diujikan dalam waktu dekat, namun nilai itu akan menurun ketika diujikan beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian.

2. Jurnal Experimental Neurology Profesor Reul

Prof Reul mengatakan faktor stres yang dialami oleh seseorang menyebabkan kenangan-kenangan buruk lebih mudah diingat. Mekanisme yang sama juga terjadi saat panik, misalnya saat belajar semalam suntuk menjelang ujian. Prof Reul juga menemukan bahwa epigenetic modification ketika panik hanya muncul sekali waktu, sehingga lama kelamaan kemampuan mengingatnya tidak akan berpengaruh lagi.

Selain dari penelitian di atas, tentu kita semua tau bahwa tidak baik memforsir organ tubuh kita seperti otak. Gaya SKS membuat sistem kerja otak terganggu karena kelelahan, selain itu biasanya diikuti juga dengan kurang tidur yang berakibat terganggunya memori pada otak.

 

Leave a Reply

Top